Ruang berbagi untuk saling menginspirasi

Tujuh Tips Nadiem, Belajar Saat Pandemi Covid-19

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia Pendidikan untuk belajar di rumah. Cara terbaik saat ini dengan inovatif, sekolah melakukan proses pembelajaran secara daring. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, memberikan tujuh tips bagi pengajar baik guru maupun orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini.

Tips Pertama, jangan stres,” ujar Nadiem dalam video di kanal YouTube yang disiarkan Kemendikbud  RI, Sabtu, 2/5/2020.  

Nadiem mengakui bahwa saat krisis ini merupakan masa adaptasi yang penuh kebingungan dan ketidakpastian. Banyak guru, orang tua, atau murid yang masih belum familier terhadap teknologi. Pasti tidak mudah dan ini normal, yakini bahwa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah dengan keluar dari zona nyaman. Dan metode terbaik untuk memperbaiki diri untuk mengenal teknologi dengan mencoba setiap harinya.

“Tips kedua mencoba membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil,” ujarnya.

Menurut Nadiem, tidak semua murid memiliki level kompetensi yang sama, pembagian kelompok belajar tersebut bisa didasarkan atas kompetensi yang sama. Tidak semua murid memiliki kemampuan yang sebanding. Ada murid yang unggul di satu bidang, namun belum tentu  unggul di bidang lain. Jadi, setiap kelompok belajar fokus pada topik yang paling menyulitkan atau topik yang paling menarik bagi mereka.

Tips ketiga, mencoba mencoba project based learning,” Ujar Nadiem.

Menurut Kemendikbud para pengajar bisa memberikan proyek dengan membuat grup project assignment. Dengan ini memberikan tanggung jawab kepada murid dalam kelompok besar. Selain itu juga menciptakan satu tantangan  kolaborasi. Murid akan dipaksa untuk bekerja sama, yang akan melatih empati dan kemampuan mendorong sesama mereka. Sehingga asas gotong royong terbentuk.

Nadiem dalam hal ini juga meminta agar para pengajar tidak meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya. Jika mereka saling bergantung pasti guru dan orang tua terkejut melihat level motivasi anak didik yang meningkat.

“Keempat, alokasikan lebih banyak waktu bagi yang tertinggal,” ujar Mendikbud.

Nadiem mengatakan kesempatan untuk memberikan fokus kepada murid yang tertinggal dan butuh bantuan, sehingga mereka akan lebih percaya diri saat bergabung di kelas pasca  wabah Covid-19 sudah berakhir. Dan juga kesempatan emas orangtua untuk memahami dan membantu anak menghadapi tantangan dalam pembelajaran di kelas. 

Baca :  Transformasi Ruang Belajar

“Tips kelima, fokus kepada yang terpenting,“ ujarnya.

Menurut Nadiem, saatnya bereksperimen dengan alokasi waktu. Ketimbang mengejar target untuk seluruh topik, pengajar bisa menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murid-murid untuk bisa sukses di berbagai mata pelajaran. Contohnya seperti literasi, numerasi atau pendidikan karakter.

Tips keenam, sering ‘nyontek’ antar guru,” ujar Nadiem.

Ia menjelaskan ada banyak sekali guru-guru berinovasi dengan metode belajar online. Dan jangan ragu untuk meminta pertolongan dari guru lain, dan jangan ragu untuk meminta best practice dari guru lain. Kesempatan ini juga bisa saling belajar melalui video conference.

“Bagi guru-guru yang PD dengan teknologi, ajaklah guru-guru lain untuk masuk kelas virtual mereka, agar bisa melihat dan memberikan inspirasi kepada mereka,” ujarnya.

“Tips terakhir, Have fun,” ujar Nadiem.

Ia mengatakan bahwa mengajar memang tidak mudah. Tapi siapa bilang harus membosankan? Inilah saatnya mendengarkan insting sebagai guru dan orangtua bukan mengikuti proses seadanya. Dan saatnya guru dan orangtua berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.

0 Comments

Tinggalkan Balasan