Pendidikan Berkebudayaan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Indonesia adalah bangsa yang kaya dengan beragam budaya, suku, ras, adat istiadat, golongan, kelompok dan agama. Keberagaman yang dimiliki oleh bangsa ini menjadi suatu kekuatan apabila mampu dikelola dengan baik. Nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa indonesia menjadi warisan luhur yang perlu dijaga dan di lestarikan secara turun temurun.

Pewarisan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya menjadi penting dilakukan agar manusia indonesia menjadi manusia yang berbudaya dan senantiasa mempertahankan kebudayaannya. Transformasi kebudayaan yang paling efektif adalah melalui proses pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan kepribadian yang kreatif dan dapat memilih nilai-nilai budaya dari berbagai lingkungan.

Pendidikan berkebudayaan adalah kegiatan menerima dan memberikan pengetahuan sehingga kebudayaan dapat diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya. Dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena didalam proses pendidikan terdapat transfer nilai-nilai kebudayaan. Kemudian cara yang paling efektif dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan itu sendiri melaui proses pendidikan. Sehingga antara pendidikan dan kebudayaan sangat erat sekali hubungannya karena saling melengkapi dan mendukung satu sama lain.

Oleh karena itu melalui pendidikan yang berkebudayaan diharapkan akan melahirkan manusia yang mempunyai nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai pancasila, niai-nilai keagamaan, kesopanan dan moral yang kemudian nantinya akan di praktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti yang terintegrasi (batin, intelegensi, dan tubuh) untuk memajukan kesempurnaan hidup selaras alam dan masyarakat. Disini dapat dimengerti bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.

Pentingnya peranan pendidikan di dalam kebudayaan menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat kita lihat dalam ‘sistem among’ yang berisi mengajar dan mendidik. Tugas lembaga pendidikan bukan hanya mengajar untuk menjadikan orang pintar dan pandai berpengetahuan dan cerdas. Tetapi mendidik berarti menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam kehidupan agar supaya kelak manusia berpribadi yang beradab dan bersusila.

Selanjutnya Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang beradab dan berbudaya. Sebagai manusia budaya ia sanggup dan mampu mencipta segala sesuatu yang bercorak luhur dan indah, yakni yang disebut kebudayaan.

Baca :  Tantangan Baru bagi Dunia Pendidikan

Dalam UU sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 2003 bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab.

Oleh karena itu pendidikan nasional merupakan pendidikan berwawasan pancasila yang berakar pada nilai agama, budaya dan peka terhadap perkembangan zaman.

Proses pendidikan sebagai proses pembudayaan harus melihat peserta didik secara menyeluruh atau sebagai manusia yang seutuhnya. Tujuan pendidikan kita adalah membudayakan manusia sesuai dengan nilai-nilai budayanya sendiri dengan karakter dan jati dirinya. Sehingga pendidikan indonesia adalah pendidikan yang berbudaya, mencetak generasi yang cerdas dan mempunyai karakter yang baik. Kebudayaan dan pendidikan mempunya hubungan timbal balik karena kebudayaan dapat diwariskan dari generasi ke generasi melalui proses pendidikan itu sendiri.

0 Comments

Tinggalkan Balasan