Ruang berbagi untuk saling menginspirasi

Pembelajaran Abad 21

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Abad ke-21 disebut sebagai abad pengetahuan, abad ekonomi berbasis pengetahuan, abad teknologi informasi, globalisasi, revolusi industri 4.0 dan sebagainya. Pada abad ini, terjadi perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi dalam segala aspek kehidupan meliputi bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, informasi, dan lain-lain.

Perubahan yang berlangsung dengan sangat dinamis dan cepat ini dapat memberikan peluang jika dapat dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi bencana jika terjadi penyalahgunaan atau tidak diantisipasi secara sistematis, terstruktur, dan terukur.

Perubahan ini juga mempengaruhi terbentuknya karakter peserta didik di abad 21 (21st Century Skills). Ketrampilan ini adalah ketrampilan peserta didik yang mampu untuk bisa berfikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta ketrampilan komunikasi dan kolaborasi.

Selain itu ketrampilan mencari, mengelola dan menyampaikan informasi serta trampil menggunakan informasi dan teknologi. Anak lebih terampil dalam berkomunikasi dengan baik yakni mampu menyampaikan ide-idenya kepada orang lain. Seseorang juga harus menguasai literasi teknologi, informasi dan komunikasi.

Selain itu, perlu adanya persiapan agar masyarakat, khususnya para pendidik untuk menguasai keterampilan abad ke-21. Melalui jalur Pendidikan dapat teruraikan Pendidikan abad 21 menjadi lebih efektif. Perubahan kurikulum telah dilakukan oleh pemerintah.

Pada jenjang sekolah menengah ke bawah telah diterapkan Kurikulum 2013 dengan berbagai perbaikannya. Kurikulum 2013 sesungguhnya telah mengakomodasi keterampilan abad ke-21, baik dilihat dari standar isi, standar proses, maupun standar penilaian.

Meskipun pemerintah telah mewajibkan para pendidik menerapkan model-model pembelajaran dengan pendekatan saintifik melalui implementasi Kurikulum 2013. Pada prakteknya masih banyak permasalahan yang ditemui di lapangan. Pada proses implementasi pembelajaran yang dilakukan masih belum memenuhi prinsip-prinsip dari pendekatan saintifik dan masih ada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Akibatnya, peserta didik tidak dapat menguasai keterampilan abad ke-21 secara optimal. Oleh karena itu, reformasi pembelajaran merupakan bentuk upaya untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik perlu dilakukan secara optimal oleh para pendidik melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pemerintah.

Baca :  Pola Interaksi dalam Pembelajaran

0 Comments

Tinggalkan Balasan