Ruang berbagi untuk saling menginspirasi

Mengenal Gaya Belajar Anak

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Orang tua mengajarkan anaknya dengan berbagai cara, dari mengajarkan menulis, menggambar, bernyanyi dan beragam lainnya. Tidak jarang, orang tua memberikannya gambar lalu menjelaskan kepada anak, agar anak dapat membayangkan dari gambar yang dijelaskannya. Ada juga orang tua yang selalu cerita dan menjelaskan kepada anak tentang apapun, si anak hanya fokus mendengarkan ceritanya agar anaknya paham. Pada intinya mereka memiliki tujuan yang sama, menyampaikan informasi atau pesan dengan proses belajar yang beragam. Akan tetapi ada yang berhasil atau kurang maksimal.

Tapi apakah kita sudah menyadari cara belajar apa yang tepat bagi anak kita sehingga mereka dapat memahaminya dengan baik? Inilah yang harus kita pelajari agar proses belajar anak dapat maksimal sesuai dengan kemapuan anak yang dimiliki. Sebab setiap anak memiliki kecenderungan belajar yang berbeda-beda, ada yang melalui mendengarkan mereka sudah dapat memahami, ada yang dengan cara mencoba dan praktek langsung baru si anak paham atau ada juga dengan diberikan buku lalu si anak membaca dapat memahaminya dengan baik.

Hal ini yang perlu dipahami oleh setiap orang tua, agar apa yang kita ajarkan dapat dipelajari dengan baik oleh anak sehingga upaya yang dilakukan menjadi lebih efektif. Ini yang dinamakan belajar efektif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Menurut Bobby de potter, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, sehingga diklasifikasikan menjadi tiga gaya belajar. seperti apa gaya belajar itu? Simak yuk penjelasannya …

1. Visual

Gaya belajar visual berfokus pada penglihatan. Anak dengan gaya belajar visual, metode belajar yang lebih baik dititikberatkan adalah pada peragaan. Tunjukkan video-video simulasi dalam tiap materi yang diajarkan, atau Anda dapat menuliskan gambaran materinya di papan tulis.

Tipe anak visual akan lebih suka belajar menggunakan warna, garis atau gambar. Makanya orang bertipe visual, akan ahli dalam memadukan warna dan mengkolaborasikan model baju. Lalu apa saja sih karakteristik orang bertipe visual?  Berikut ciri-cirinya anak bertipe visual :

a. Berbicara agak cepat dan kadang mata melirik keatas
b. Lebih mudah mengingat yang dilihat, dari yang didengar
c. Memperhatikan penampilannya dalam berpakaian
d. Tidak merasa risih dengan keramaian
e. Suka menggambar
f. Lebih suka membaca sendiri, daripada dibacakan

Baca :  Manusia dan Kebudayaan: Relasi yang tak dapat dipisahkan

2. Kinestetik

Gaya belajar kinestetik lebih melibatkan gerakan. Anak dengan tipe ini lebih mudah memahami sesuatu dengan mempraktekkannya. Tipe ini menitikberatkan pada pengalaman langsung dengan obyek yang dipelajari.

Selain itu, mereka juga lebih mudah mengingat setelah mereka menyentuh obyek dan memperagakannya sendiri. Menurut mereka, mempelajari sesuatu akan lebih mudah jika tidak hanya sekedar membaca atau mendengarkan penjelasan, tapi harus terjun langsung ke lapangan untuk memahami dan mengingat sendiri tempat/obyeknya. Makanya, tipe kinestetik ini biasanya tidak betah bila berdiam lama-lama dikelas. Berikut ciri-ciri anak bertipe kinestetik :

a. Lebih nyaman belajar dengan praktek
b. Berbicara perlahan
c. Saat berkomunikasi suka menggunakan isyarat tubuh
d. Menggunakan jari sebagai penunjuk saat membaca
e. Sulit mengingat jalan atau suatu tempat, kecuali jika mereka pernah datang ke jalan/tempat itu
f. Lebih suka bercerita daripada menulis

3. Auditori

Gaya belajar ini berfokus pada pendengaran. Pada umumnya, anak bertipe auditori adalah pendengar yang baik. Mereka tidak masalah dengan penampilan visual guru, yang penting dia bisa mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Makanya tipe auditori biasanya paling peka dan hafal dari setiap ucapan yang pernah didengar bukan apa yang dilihat.

Ciri-ciri orang bertipe auditori
a. Senang mendengarkan
b. Mudah terganggu oleh keramaian
c. Lebih nyaman belajar dan memahami sesuatu dengan mendengarkan, daripada melihat.
d. Berbicara dengan irama yang sedang dan terpola
e. Biasanya membaca buku dengan keras, agar dia bisa mendengarkan suaranya sendiri

Kira-kira sudah tahu kan gaya macam-macam gaya belajar anak sekarang. So, kalian harus telusuri gaya belajar apa yang paling tepat sehingga apa yang dipelajari menjadi lebih efektif.

0 Comments

Tinggalkan Balasan