Ruang berbagi untuk saling menginspirasi

Kajian Keluarga FIS, menjadi Orang Tua Hebat

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Penulis : Rajab Husain, Guru FIS

PekanbaruFuture Islami School menutup semester ganjil dengan pembagian raport siswa. Selain itu, menyelenggarakan Kajian Keluarga Islami yang diisi oleh Ustadzah Hafifah Rasheed, S.Ag (Dept. Dakwah PW Salimah Riau) dengan tema “Mencetak Generasi Qurani”.

“Menjadi orang tua, bukan sekedar memastikan perut anak kita kenyang dan gizinya terpenuhi. Kebutuhan dan keinginannya secara materi tercukupi. Tidak sekedar mendapatkan nilai dan mendapat pendidikan layak hingga siap kerja.” Ujar Sigit Lestari, S.Pd (29) selaku Wakil Yayasan FIS.

Menurutnya bukan hanya itu, tapi untuk menjadi orang tua hebat dan baik di mata Allah yang mampu membawa ke surga itulah yang terpenting dan tidaklah mudah. Itu semua butuh ilmu, doa, dan effort tinggi. Tujuan ini tidak bisa dicapai oleh guru, namun bimbingan orang tua yang besar perannya.

Selain itu, terdapat dana bantuan untuk saudara-saudara di Palestina melalui Lazis FIS (Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqoh) dan diserahkan kepada pihak IZI (Inisiatif Zakat Indonesia). Dana tersebut diperoleh dari donatur-donatur, para wali murid dan pengguna jalan setelah siswa SMP turun kejalan untuk meminta bantuan pada hari jum’at (29/11/2019).

“Kegiatan turun kejalan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memupuk dan membangkitkan rasa kepedulian siswa kepada sesama yang lagi membutuhkan bantuan” ujar Norma (33) salah satu guru di SMPIT FIS.

Ustadzah Hafifah memulai kajian dengan memuji anak-anak yang telah tampil dengan baik membaca Al-Qur’an dan juga ikut merasakan kebahagiaan yang dalam yang dirasakan para orangtuanya.

“Agar orang tua selalu membantu anak-anaknya untuk menjadi generasi Qur’ani, melalui doa, bacaan Al-Qur’an dan memperhatikan cara beribadah. Orang tua juga harus melakukan komunikasi yang efektif dengan anak dan selalu mencatat hal-hal positif dari anak kemudian merayakannya agar anak tersebut mempunyai karakter yang kuat dan tinggal mengarahkan dengan baik.”

Orang tua juga harus mewujudkan kepada anak-anaknya agar bangga dengan agama islam, bangga dan cinta terhadap Al-Qur’an, agar anak-anak bisa menjadi generasi Qur’ani. Orangtua menjadi lebih mengerti, mengerti akan mendidik anak yang memiliki keunikannya masing-masing.

Baca :  Keberhasilan Pendidikan di Finlandia

Wali murid mengharapkan kedepannya semoga kegiatan kajian pendidikan bagi orang tua terus berlanjut agar para orang tua bisa membimbing dan mengawasi anak-anak dengan baik.

0 Comments