Ruang berbagi untuk saling menginspirasi

pikiran rakyat

Heutagogi

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Perkuliahan awal tahun akademik baru segera dimulai. Beberapa persiapan dilakukan untuk menyambutnya. Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya karena dibarengi dengan menjawab tantangan Pandemic Covid-19.

Kesiapan teknologi yang dicanangkan akan mumpuni dikuasai di tahun 2025 harus dipercepat saat ini. Tomorrow is today! Itulah yang sering terdengar beberapa bulan belakang ini, di mana semua hal dalam segi kehidupan kita harus berdampingan dengan digitalisasi dan perangkatnya.

Sebagai dosen yang baru terjun di tahun 2013 dan masih mualaf teknologi, badai digital ini harus mampu diterjang dengan berbagai ilmu baru mengenai literasi data dan teknologi, serta penguasaan terhadap perangkat lunak dan kerasnya. Inovasi pembelajaran (belajar mengajar) harus selalu diperbaharui.

Sebulan yang lalu, saat P2SDM-LPPM IPB melayangkan undangan untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dasar Instruksional-Applied Approach (PEKERTI_AA) secara daring dengan materi mengenai pembelajaran kekinian.

Tanpa pikir panjang. Saya langsung daftar dan memesan tempat karena seharusnya sudah sejak dulu saya mengikuti pelatihan ini. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Hari ini adalah hari pertama saya mengikuti pelatihan PEKERTI-AA. Peserta pelatihan cukup beragam dengan berbagai latarbelakang dari seluruh Indonesia. Terdapat 51 peserta pelatihan yang dipandu oleh Ibu Puji dari IPB yang selalu sabar dan komunikatif melayani semua pertanyaan peserta pelatihan terkait teknis pelatihan.

Kami adalah peserta pelatihan daring gelombang ke-6 yang diadakan P2SDM IPB. Panitia menyediakan Grup Whatsapp dan Google Classroom, dan zoom room untuk pelatihan ini. Dimulai dengan mengisi lembar pre-test yang disediakan panitia di Google Classroom, saya mengisi 30 pertanyaan singkat mengenai pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Semua soal saya jawab tanpa kendala, kecuali satu soal yang dalam pilihannya terdapat kata Heutagogi. Ini adalah istilah baru untuk saya dan saya memilih kata itu dalam menjawab pertanyaan, Heutagogi. Setelah itu kami masuk zoom room dengan disodorkan gambar hitam putih. Bagi saya itu seperti tumpahan tinta pada kertas, namun ternyata itu adalah gambar seekor sapi. Saya baru menyadarinya setelah dijelaskan pemandu (mohon maaf saya lupa nama beliau).

Baca :  Tantangan Baru bagi Dunia Pendidikan

Hari pertama ini pemaparan disampaikan oleh Prof.,Yulin Lestari dan dimoderatori oleh Ir. Mintarti, Msi. Topik yang dipaparkan adalah mengenai Pergeseran Paradigma Pembelajaran di Perguruan Tinggi dan Strategi Pembelajaran Online di IPB. Pemaparan yang membuat saya merefleksi kembali apa yang saya lakukan dan apa yanga akan saya lakukan ke depan.

Prof Yulin memberikan 2 materi yaitu pergeseran paradigma pembelajaran di perguruan tinggi dan strategi pembelajaran online di IPB. Kata Heutagogi lalu muncul dalam pemaparan Prof. Yulin. Pertanyaan dibenak saya saat mengisi pretest tadi terjawab. Pembelajaran bergerak dari Pedagogi dimana teacher centered (guru sebagai sumber belajar), lalu ke Andragogi dengan pembelajaran orang dewasa/ adult learning (agar orang dewasa mampu belajar dan menjadi pembelajar), dan sekarang bergerak pada peningkatan kapabilitas (Heutagogi/self determinded learning).

Heutagogi merupakan suatu studi tentang pembelajaran yang ditentukan secara mandiri oleh pembelajar. Seperti dalam pendekatan andragogi, di heutagogi, instruktur juga memfasilitasi proses pembelajaran dengan memberikan bimbingan dan sumber daya, tetapi sepenuhnya melepaskan kepemilikan jalur dan proses pembelajaran kepada pembelajar, yang merundingkan pembelajaran dan menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana belajarnya.

Memilih sendiri apa yang mau dipelajari, menentukan cara belajar sendiri dan mengevaluasinya secara mandiri. Pembelajaran semakin dipersonalisasi. Kurikulum harus semakin fleksible dan unik.

Sesi pelatihan diakhiri dengan penyampaian 2 tugas mandiri yang telah disiapkan di Google Classroom dengan batas waktu pukul 22.15. Tugas hari ini adalah mereview buku panduan KPT dan video pemaparan SPMI kampus merdeka di kanal Youtube P2SM IPB. Pelatihan hari pertama selesai pada pukul 13.00.

Walaupun harus keluar masuk ruang kelas zoom karena jaringan tidak stabil yang disebabkan mati lampu beberapa kali, hari pertama pelatihan terlewati dengan bahagia. Sebahagia hati ini menyambut musim penghujan.

Kapasitas wifi 20mbs di rumah ternyata masih terkalahkan oleh listrik yang mati karena terganggu hujan rintik. Senin minggu ini langit berat berawan dan hujan tidak berhenti sejak sore tadi. Satu tugas berhasil diunggah namun tugas lainnya diunggah terlambat 15 menit. Tidak apa. Saya tetap menutup hari ini dengan senyuman dan rencana memasang panel surya di atas atap rumah.

Baca :  Etika Belajar Daring

1 Comment

One thought on “Heutagogi

Tinggalkan Balasan