Ruang berbagi untuk saling menginspirasi

Menyikapi Kids Zaman Now

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on tumblr
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Perkembangan informasi dan teknologi begitu cepat, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan zaman. Terlebih lagi dengan kecanggihan teknologi yang terus semakin akrab dengan anak-anak yang lebih populer dengan sebutan “kids zaman now”. Sebutan tersebut untuk menunjukan tingkah laku anak-anak masa kini yang tingkah lakunya memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang tuanya.

Generasi yang sejak kecil sudah erat dengan gaway dan internet yang sudah terbiasa menonton dan berkomunikasi melalui internet. Sementara mereka sudah tidak ingat bahwa dulu pada zaman orang tuannya, sesuatu yang bernama teknologi berupa internet dan gadget seperti sekarang ini belum berkembang.

Selain itu, generasi ini di anggap terlalu ekspresif dan mudah mengungkapkan opininya melalui beragam media, khususnya di media sosial. Jika di amati dengan baik, generasi ini memiliki keunggulan pada kemampuan multitasking-nya. Kelemahan generasi ini hanya satu, fokus perhatian mereka semakin lama semakin pendek karena topic of interest yang banyak yang didapat dari internet dan gadget. Setiap saat atau setiap harinya banyak hal yang dilihat melalui media sosial serta keinginan yang serba cepat.

Beda zaman beda pola asuh orang tua terhadap anak. Hubungan antara orang tua harus terlain dengan baik, agar komunikasi anak dengan orang tua berjalan dengan baik. Sebagai orang tua perlu mengenal anak-anaknya. Keluarga merupakan benteng pertama tumbuh kembangnya anak.

Dengan dukungan dan arahan dari beberapa element yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah sekolah sebagai tempat tinggal keduanya. Sekolah memiliki peranan besar dalam membentuk dan mendidik anak seiring perkembangnya dengan berbagai metode belajar, strategi belajar serta pembiasaan-pembiasaan yang bersifat edukatif dan positif. Sekolah berperan penting dalam membentuk kepribadian anak.

Baca :  Kelas Favorit Butuh Anak yang Kurang Favorit

0 Comments

Tinggalkan Balasan